Translate

Selasa, 16 Juli 2013

Inilah Sedekah yang Paling Besar Pahalanya


Suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Lalu, beliau menjawab, “Bersedekah selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya. Dan, janganlah kamu menunda-nunda sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, 'Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian', padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya).” (HR Bukhari dan Muslim).

Salah satu pelajaran yang terkandung dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah di atas adalah anjuran kepada kita untuk bersegera bersedekah dan melakukan amal-amal baik lainnya. Tegasnya, berbuat baik itu jangan ditunda-tunda, harus segera dilaksanakan. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam al-Baqarah (2) ayat 148, “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.”

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Perlahan-lahan dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam perbuatan yang berkenaan dengan akhirat.” (HR Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim). Bila kita menunda-nunda amal kebaikan bisa menjadikan amal baik yang akan kita lakukan itu tidak terlaksana. Itu karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput diri kita. 

Boleh jadi karena menunda-nunda amal, ajal keburu menjemput diri kita sehingga kita tidak sempat melakukan amal baik yang telah kita niatkan. Selain itu, bila kita menunda-nunda amal baik bisa menyebabkan niat kita menjadi berubah karena ketika kita menunda-nunda berbuat baik sama dengan membuka kesempatan pada hawa nafsu dan setan untuk mengganggu dan menggoda diri kita.

Karena, hawa nafsu dan setan senantiasa mengajak kepada keburukan dan menghalangi  kita berbuat kebaikan. Allah berfirman, “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya, Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yusuf [12] : 53).

Dalam ayat lain disebutkan, “Dan, sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS Az-Zukhruf [43] : 37). Untuk itu, bila kita mempunyai niat berbuat kebaikan hendaknya bersegera melakukannya agar kita segera memperoleh kebaikan dan sebagai upaya kita menyempurnakan kebaikan yang kita lakukan.

Di dalam atsar Abdullah Ibnu Abbas, dikatakan, “Tidak sempurna kebaikan kecuali dengan menyegerakannya karena jika disegerakan hal itu akan lebih menyenangkan pihak yang berkepentingan.” Akhirnya, mari kita renungi sebuah kisah sebagai ibrah dan mauizdah bagi kita untuk menyegerakan setiap kebaikan yang telah kita niatkan.

Dikisahkan, “Seorang saleh yang sedang berada di kamar mandi pernah memanggil budaknya dan menyuruhnya untuk memberikan sedekah kepada seseorang. Maka, budak itu berkata kepadanya, 'Mengapa tuan tidak bersabar dulu, hingga tuan keluar dari kamar mandi?' Dia menjawab, 'Saya mempunyai niat untuk berbuat baik dan saya takut niat itu berubah. Oleh karena itu, begitu mempunyai niat, saya segera mengikutinya dan melaksanakannya.'” Wallahu'alam.
 
(republika.co.id)

KATA-KATA BIJAK

"Hanya orang-orang yang bersyukur yang mampu menikmati setiap sedih - susah - senang - deritanya sebagai momen yang berharga. Sepeda pun harus terus dikayuh agar bisa terus berjalan. Begitu pula kehidupan, harus terus ditempa dan terus maju kedepan".


"Senyuman dan kelembutan adalah kekuatan dasyat yang mampu meluluhkan besi yang keras, menumpulkan pedang yang tajam, meruntuhkan tembok yang tinggi dan mendinginkan hati yang terbakar. Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena jatuhmu itu adalah tanda awal kesuksesanmu".

"Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan."


"DUA sisi mata uang adalah dua hal yang saling BERBEDA dan BERTOLAK BELAKANG.
Tapi dengan KESATUAN yang UTUH, perbedaan tersebut menjadi suatu NILAI yang BERHARGA.Perbedaan bukan alasan PENOLAKAN dan KEBENCIAN melainkan saling MEMBUTUHKAN dan MENGASIHI. Perbedaan bukan alasan PERPECAHAN dan PERCERAIAN melainkan saling MELENGKAPI antar keduanya dan menjadi KOKOH dalam HUBUNGAN". 

"Cinta tak akan pernah bisa dibagi, karena kamu tak akan bisa berlaku adil memberi. Dan ketika cinta dibagi, pasti akan ada yang tersakiti.Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu". 

"Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa..
Tapi kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya..
Bila kau mempunyai segalanya dunia mencintaimu, itu kenyataan...
Namun bila kau tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintaimu, itu ketulusan ..
Sesungguhnya kamu tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia,
karena yang kamu butuh hanya seseorang yang mampu membuatmu tersenyum ketika hatimu terluka..."


"Perjalanan hubungan suatu pasangan ibarat mendaki gunung. Dari kejauhan memang kelihatan begitu indah, namun setelah mendekat dan mendaki begitu banyak bebatuan yang harus kita lewati. tak hanya itu, semakin terjal dan tinggi kita mendaki, jika tak berhati-hati akan langkah demi langkah, rasa sakit akan jatuh, bisa datang kapan saja, namun taukah kalian? jika kita benar-benar telah mencapai puncak, semua rasa sakit itu nyaris tak ada artinya sama sekali, karena telah tergantikan oleh pemandangan dari matahari yang tampak malu2 menampakkan wajahnya, kabut tebal yang menyelimuti permukaan, pohon2 yang tampak kecil, dan pemandangan memukau lainnya".

"Yang kau sukai belum tentu baik bagimu.
Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menua dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai.
Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai.
Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu".


"Tuhan, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan & sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram
Betapa pun sulitnya perjalananmu, selalu ingatlah Tuhan, agar keselamatanmu selalu terpelihara"
.

(dikutip dari berbagai sumber)